April (GMBI Karawang) Kritik Keras Sikap BPRKS: Keluarga Ingin Melunasi, Bank Justru Menolak
KARAWANG | KILATBERITA | 3 Desember 2025 Sikap PT BPR Karyajatnika Sadaya (BPRKS) memicu gelombang kritik setelah menolak keinginan keluarga debitur yang telah meninggal untuk melunasi sisa kredit almarhum. Keputusan yang dianggap tidak masuk akal ini langsung mendapat kecaman keras dari April, Kepala Kesekretariatan DPD LSM GMBI Distrik Karawang.
April: “Ini Bukan Sekadar Tidak Logis—Ini Melanggar Nurani Publik.”
Dalam pernyataan pedasnya, April menegaskan bahwa keluarga datang membawa solusi, bukan masalah. Mereka ingin menyelesaikan kewajiban almarhum dengan cara terhormat: membayar lunas. Namun bank justru menutup pintu.
> “Saya tegaskan: menolak pelunasan adalah tindakan yang tidak bisa diterima. Ini bertentangan dengan nalar, bertentangan dengan empati, dan sama sekali tidak mencerminkan etika lembaga keuangan.”
April menyebut bahwa tindakan BPRKS tersebut telah mempermalukan prinsip dasar perlindungan konsumen dan memperlihatkan wajah kebijakan yang kaku, tidak peka, dan merugikan masyarakat.
GMBI: Penolakan Ini Mengundang Kecurigaan
Menurut April, penolakan pelunasan oleh bank justru membuka banyak pertanyaan:
Apa alasan sebenarnya bank menolak uang pelunasan?
Apakah ada ketidakterbukaan dalam mekanisme internal?
Mengapa keluarga yang beritikad baik justru dipersulit?
> “Kami mencium ada something wrong. Ketika keluarga ingin membayar tetapi bank menolak, itu bukan prosedur—itu masalah serius.”
Keluarga Sudah Berduka, Jangan Ditambah Beban Baru
April menegaskan bahwa lembaga keuangan seharusnya menunjukkan empati pada keluarga debitur yang sedang berduka, bukan justru memperberat situasi.
> “Keluarga sudah kehilangan anggota. Kini mereka dipaksa menghadapi kebijakan yang tidak manusiawi. Ini tidak boleh dibiarkan.”
GMBI Siap Mengambil Langkah Lebih Jauh
Dengan tegas, April menyatakan bahwa GMBI tidak akan tinggal diam apabila BPRKS tetap bersikeras mempertahankan keputusan yang merugikan masyarakat.
> “Jika BPRKS tetap menolak, kami siap membawa persoalan ini ke ranah yang lebih tinggi. Kami siap tempuh jalur hukum, kami siap buka ke publik seluas-luasnya. Jangan coba-coba menekan rakyat ketika GMBI berdiri di belakang mereka.”
Peringatan Keras untuk Dunia Perbankan di Karawang
April menutup pernyataannya dengan peringatan keras yang ditujukan kepada seluruh lembaga keuangan, termasuk bank, BPR, koperasi, dan fintech.
> “Jika lembaga keuangan mulai menolak itikad baik rakyat, itu tanda bahaya. Kami ingatkan: jangan bermain-main dengan masyarakat Karawang. GMBI akan berdiri paling depan bila rakyat dirugikan.”
Teddy