News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Diundang Bupati untuk Bukber, Tamu Justru Kehilangan Helm di Komplek Pemda: Keamanan Dipertanyakan

Diundang Bupati untuk Bukber, Tamu Justru Kehilangan Helm di Komplek Pemda: Keamanan Dipertanyakan



KARAWANG | KILATBERITA.WEB.ID | Kejadian memalukan terjadi di lingkungan Komplek Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang. Seorang tamu undangan acara buka puasa bersama (bukber) yang digelar di rumah dinas Bupati justru harus menelan kekecewaan setelah helm miliknya raib diduga dicuri di area yang seharusnya steril dan aman.

Saiful Mikdar, korban kehilangan, mengaku sangat menyayangkan insiden tersebut. Ia hadir dalam acara bukber atas undangan yang disampaikan melalui jaringan tim dan aparatur setempat. Bagi dirinya, undangan tersebut merupakan sebuah kehormatan. Namun, kebanggaan itu berubah menjadi kekecewaan mendalam.

“Jujur saya bangga diundang dalam acara bukber di lingkungan rumah dinas bupati. Tapi justru di dalam komplek Pemda, saya kehilangan helm. Ini sangat disayangkan,” ujar Saiful.

Menurutnya, sebagai tamu yang hadir dalam kegiatan resmi pemerintahan, seharusnya ada jaminan keamanan yang lebih ketat, terutama di area dalam komplek Pemda yang notabene merupakan kawasan terbatas.

“Tidak masuk akal kalau di dalam lingkungan Pemda bisa terjadi kehilangan. Ini harus jadi perhatian serius. Keamanan harus ditingkatkan, apalagi ini acara resmi dan yang datang tamu undangan,” tegasnya.

Saiful menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV yang sempat dilihatnya bersama petugas keamanan, pelaku diduga menggunakan sepeda motor jenis PCX berwarna putih dan mengenakan helm sehingga identitasnya tidak terlihat jelas.

Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat memasukkan helm milik korban ke dalam jok motornya.

Namun, upaya untuk memperjelas rekaman CCTV hingga saat ini belum mendapatkan respons maksimal. “Saya sudah minta ke security untuk di-zoom, tapi belum ada tindak lanjut. Saya juga sudah lapor ke petugas keamanan dan ajudan, tapi belum ada konfirmasi lanjutan,” ungkapnya.

Ia berharap pihak terkait, khususnya pengelola keamanan di lingkungan rumah dinas bupati, dapat segera menindaklanjuti kejadian ini secara serius dan transparan.

“Ini bukan soal harga helmnya, tapi soal rasa aman. Kalau di dalam lingkungan Pemda saja bisa kecolongan, bagaimana dengan di luar? Ini yang jadi pertanyaan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan publik terkait standar pengamanan di kawasan strategis pemerintahan, terlebih saat berlangsungnya kegiatan resmi yang melibatkan banyak tamu undangan.


Teddyjoe/Red

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.