Gema Ngadulag Menggelegar!, Festival Bedug Karawang 2026 Pecah, Bupati Karawang, H. Aep Serahkan Hadiah — Kecamatan Majalaya Jadi Juara Zona I
KARAWANG | KILATBERITA.WEB.ID — Malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Karawang tahun ini dipastikan berlangsung spektakuler. Pemerintah Kabupaten Karawang resmi menggelar Festival Bedug (Ngadulag) Karawang 2026, sebuah perhelatan budaya akbar yang tidak hanya menggema dengan takbir, tetapi juga membakar semangat persatuan dan pelestarian tradisi lokal.
Mengusung tema “Dengan Gema Takbir Mari Lestarikan Budaya Ngadulag Dalam Semangat Persatuan Untuk Karawang Maju”, festival ini menjadi simbol kuat kebangkitan budaya sekaligus ruang ekspresi masyarakat lintas generasi.
Acara digelar pada malam takbiran 1 Syawal 1447 H mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, dengan pelaksanaan yang menyesuaikan hasil sidang isbat Pemerintah Pusat. Untuk menjangkau seluruh wilayah, festival dibagi menjadi tiga zona besar, memastikan partisipasi aktif seluruh kecamatan di Karawang:
Zona 1 (Pusat Kemeriahan)
Berlangsung di halaman depan Kantor Bupati Karawang, melibatkan kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Tegalwaru, Pangkalan, Klari, Purwasari, Majalaya, dan Ciampel.
Di zona ini, penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, menambah gengsi dan semangat para peserta.
Zona 2
Digelar di halaman Kantor Kecamatan Cikampek, diikuti kecamatan Cilamaya Wetan, Telagasari, Lemahabang, Tempuran, Cilamaya Kulon, Cikampek, Jatisari, Tirtamulya, Banyusari, dan Kotabaru.
Zona 3
Berlokasi di halaman Kantor Kecamatan Jayakerta, melibatkan kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Rawamerta, Jayakerta, Cilebar, Batujaya, Tirtajaya, Pedes, Cibuaya, dan Pakisjaya.
Kemeriahan memuncak di Zona 1 Plaza Pemda Karawang, Jumat (20/3/2026), yang berlangsung meriah, penuh warna, dan sarat kreativitas. Tabuhan bedug yang menghentak berpadu dengan lantunan takbir menciptakan suasana religius sekaligus penuh euforia.
Dalam ajang bergengsi tersebut, Kecamatan Majalaya tampil gemilang dan berhasil meraih Juara 1, mengungguli peserta lainnya dengan konsep penampilan yang inovatif dan berkarakter.
Camat Majalaya, Hesti, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Ini kebanggaan bagi kami. Festival ini menjadi wadah luar biasa untuk menyalurkan kreativitas generasi muda,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari penata musik PMJ Karawang, Dede Gejos, yang memuji semangat juang para peserta.
“Maju terus pantang mundur, Majalaya yes!” serunya penuh semangat.
Sementara itu, Ketua PMJ Karawang, Ujang Lanay, menegaskan bahwa keunikan penampilan Majalaya terletak pada sentuhan budaya lokal yang kuat.
“Kami menghadirkan unsur bajidoran sebagai identitas khas Sunda, dipadukan dengan tabuhan bedug. Ini yang menjadi pembeda,” jelasnya.
Festival ini terselenggara atas kolaborasi Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kementerian Agama Kabupaten Karawang serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang. Selain menjadi penutup rangkaian Ramadan, acara ini juga menjadi hiburan rakyat yang telah lama dinantikan setelah sempat vakum.
Lebih dari sekadar perlombaan, Festival Ngadulag 2026 menjadi panggung kebangkitan budaya, simbol persatuan, serta bukti bahwa tradisi lokal tetap hidup dan relevan di tengah modernisasi.
Pemerintah Kabupaten Karawang pun mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, ketertiban, dan persatuan selama perayaan berlangsung.
Karawang malam ini bukan hanya bergema oleh bedug — tetapi juga oleh semangat kebersamaan yang tak tergoyahkan.
Teddyjoe