Bentengi Warisan Spiritual dari Ancaman Longsor, Yayasan Vihara Sian Djin Ku Po Bangun Turap Penahan Tebing di Bantaran Citarum
Karawang, Kilatberita.web.id ~ Bentengi Warisan Spiritual dari Ancaman Longsor, Yayasan Vihara Sian Djin Ku Po Bangun Turap Penahan Tebing di Bantaran Citarum Pembangunan tersebut berangkat dari pengalaman pahit saat banjir besar tahun 2021, ketika Sungai Citarum meluap hingga merendam permukiman warga sekitar dengan ketinggian mencapai sekitar dua meter. Seluruh warga terpaksa mengungsi, termasuk aktivitas di lingkungan Yayasan Vihara Sian Djin Ku Po yang ikut terdampak.
Setiawan, yang merupakan Ketua RW, tokoh masyarakat, sekaligus jajaran Yayasan Vihara Sian Djin Ku Po, menjelaskan bahwa pembangunan turap ini merupakan upaya ketiga setelah kawasan tersebut beberapa kali mengalami longsor.
"Pada tahun 2021, Sungai Citarum meluap hingga merendam permukiman warga sekitar dua meter. Semua warga mengungsi, termasuk aktivitas di yayasan. Karena itu kami bersama masyarakat, jemaat, dan para donatur bergotong royong mengumpulkan dana agar pembangunan turap ini dapat terlaksana," ujar Setiawan.
Menurutnya, konstruksi turap dibangun dengan tinggi sekitar 12 meter dan akan diperkuat dengan sistem pengikat tambahan agar mampu menahan erosi dalam jangka panjang.
Setiawan menegaskan, keberadaan turap ini bukan hanya melindungi bangunan yayasan, tetapi juga menjadi benteng keselamatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Citarum.
Seluruh proses pembangunan dilakukan berkat sumbangan para jemaat, donatur, dan masyarakat yang secara sukarela bergotong royong demi menjaga keselamatan bersama. Kepedulian tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman bencana.
Di sisi lain, kondisi bantaran Sungai Citarum juga menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana tidak dapat hanya dibebankan kepada masyarakat. Kawasan yang berada di sekitar Yayasan Vihara Sian Djin Ku Po memiliki nilai sejarah dan spiritual yang penting serta disebut sebagai salah satu situs tertua di Kabupaten Karawang. Karena itu, perlindungan terhadap kawasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus keselamatan masyarakat.
Dalam nilai-nilai keagamaan, menjaga kehidupan dan merawat alam merupakan bentuk pengabdian kepada Tuhan. Ikhtiar membangun turap bukan hanya untuk melindungi bangunan vihara, tetapi juga sebagai wujud tanggung jawab moral agar generasi mendatang tidak lagi menghadapi ancaman longsor yang sama.
Setiawan berharap Pemerintah Kabupaten Karawang dapat memberikan dukungan terhadap penyelesaian pembangunan turap serta program penataan bantaran Sungai Citarum, sehingga perlindungan bagi masyarakat, rumah ibadah, dan situs bersejarah dapat terwujud secara berkelanjutan.
"Harapan kami, Yayasan Vihara Sian Djin Ku Po semakin maju, masyarakat hidup lebih aman dari ancaman longsor, dan pemerintah dapat ikut membantu penyelesaian pembangunan ini. Apa yang kami lakukan hari ini semoga menjadi warisan keselamatan bagi anak cucu di masa mendatang," tutup Setiawan
Teddyjoe