News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Diduga Abaikan Standar Teknis, Proyek Drainase U-Ditch di Palumbonsari Disorot: Aktivis Minta Evaluasi Total

Diduga Abaikan Standar Teknis, Proyek Drainase U-Ditch di Palumbonsari Disorot: Aktivis Minta Evaluasi Total



KARAWANG | KILATBERITA.WEB.ID | Proyek pembangunan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, kembali menjadi sorotan. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang itu diduga dikerjakan tidak sesuai kaidah teknis konstruksi, sehingga dikhawatirkan berpotensi mengurangi kualitas bangunan dan efektivitas fungsi drainase.

Sorotan tersebut disampaikan Ahmad Muslim, aktivis masyarakat Karawang yang mengaku memiliki latar belakang di bidang konstruksi, usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Rabu (2/7/2026).

"Ini bukan lagi sekadar pekerjaan yang kurang rapi, tetapi patut diduga sebagai bentuk pemborosan anggaran apabila hasil pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis. Pelaksana di lapangan terlihat tidak menerapkan metode pemasangan U-Ditch sebagaimana mestinya," ujar Ahmad Muslim.

Berdasarkan hasil pengamatannya, Ahmad Muslim mengungkap sedikitnya empat persoalan yang dinilai krusial dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Pertama, pemasangan U-Ditch dinilai tidak rapi dan menunjukkan indikasi kurangnya ketelitian dalam pelaksanaan pekerjaan.
Kedua, U-Ditch disebut dipasang langsung di dasar galian tanpa lapisan urugan pasir. Padahal, menurutnya, lapisan pasir berfungsi sebagai alas agar posisi saluran stabil dan beban konstruksi dapat terdistribusi dengan baik.

Ketiga, elevasi saluran diduga tidak memperhatikan kemiringan yang memadai. Ia menilai tidak terlihat penggunaan alat ukur seperti waterpass atau selang ukur saat pemasangan, sehingga sejumlah titik saluran justru menimbulkan genangan air yang menghambat fungsi drainase.

Keempat, pada salah satu segmen di sisi timur dengan panjang sekitar 30 meter, galian disebut terlalu dalam sehingga air tidak dapat mengalir secara optimal. Selain itu, terdapat tiga tiang telepon yang masih berdiri di jalur saluran dan diduga menjadi hambatan terhadap kelancaran pekerjaan maupun aliran air.

Menurut Ahmad Muslim, persoalan paling mendasar terletak pada penentuan elevasi saluran.

"Drainase harus memiliki kemiringan yang sesuai agar air dapat mengalir secara gravitasi. Jika elevasinya salah sejak awal, maka saluran berpotensi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Genangan yang terlihat di lokasi menjadi indikasi bahwa pekerjaan ini perlu dievaluasi secara menyeluruh," katanya.

Ia juga mendesak agar pihak pelaksana, konsultan pengawas, dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan teknis terhadap hasil pekerjaan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi kontrak, menurutnya, perbaikan harus dilakukan sebelum proyek dinyatakan selesai.

"Jika memang terbukti tidak sesuai spesifikasi, U-Ditch yang telah dipasang sebaiknya dibongkar, elevasi dasar galian diperbaiki, kemudian dipasang kembali sesuai standar teknis. Langkah ini penting agar anggaran yang berasal dari uang rakyat tidak terbuang sia-sia dan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait mengenai temuan dan dugaan tersebut. Media masih berupaya memperoleh konfirmasi untuk menghadirkan pemberitaan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

Teddy/Red

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.