Miris! Rumah Bambu Pak Janim dan Ibu Katik Nyaris Tak Layak Huni, Pemerintah Bogor Didesak Turun Tangan
BOGOR | KILATBERITA.WEB.ID | Potret kemiskinan masih terlihat di pelosok Kabupaten Bogor. Pasangan suami istri paruh baya, Pak Janim dan Ibu Katik, warga Kampung Sibentang, RT 04/RW 05, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, harus bertahan hidup di rumah berdinding anyaman bambu yang kondisinya sudah lapuk dan memprihatinkan.
Kondisi rumah yang terlihat dari dokumentasi di lokasi memperlihatkan bangunan sederhana dengan dinding bambu yang mulai rusak serta bagian atap yang tampak usang. Sementara itu, bagian dalam rumah masih menggunakan fasilitas memasak tradisional dengan kondisi ruang yang jauh dari kata nyaman.
Rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung justru menyisakan kekhawatiran bagi penghuninya, terutama ketika hujan deras dan angin kencang melanda. Keselamatan pasangan tersebut menjadi hal yang patut mendapat perhatian serius.
Jangan Tunggu Rumah Roboh
Kondisi Pak Janim dan Ibu Katik seharusnya menjadi perhatian pemerintah, bukan sekadar potret kemiskinan yang berlalu tanpa tindak lanjut. Pemerintah Desa Hambaro, Pemerintah Kecamatan Nanggung, hingga Pemerintah Kabupaten Bogor didorong segera turun ke lapangan untuk memverifikasi kondisi rumah dan memastikan kebutuhan bantuan pasangan tersebut.
Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) diharapkan menjadi salah satu jalan keluar apabila pasangan ini memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.
Pendataan yang akurat, proses administrasi yang jelas, serta tindak lanjut konkret diperlukan agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Persoalan ini bukan semata-mata tentang dinding bambu dan atap yang menua. Ini menyangkut hak warga untuk memiliki tempat tinggal yang aman dan layak, sekaligus tanggung jawab pemerintah dalam memastikan program perlindungan sosial menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Publik tentu berharap persoalan seperti ini tidak berhenti pada dokumentasi, pemberitaan, atau janji pendataan. Perlu ada langkah nyata, mulai dari peninjauan kondisi rumah, pemeriksaan status bantuan, hingga kejelasan tindak lanjut dari instansi terkait.
Pemerintah Jangan Menunggu Viral
Pak Janim dan Ibu Katik membutuhkan perhatian dan kepedulian agar dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan manusiawi. Karena itu, pemerintah terkait diharapkan segera merespons dengan langkah terukur sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Jangan sampai warga yang hidup dalam keterbatasan harus menunggu rumahnya roboh atau kisahnya viral terlebih dahulu untuk mendapatkan perhatian.
Kemanusiaan tidak cukup disampaikan melalui slogan. Kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar masyarakat kecil dapat merasakan kehadiran negara.
Teddyjoe/Red